Feeds:
Pos
Komentar

Teraniaya

Setelah panitia terbentuk… saya mengadakan sosialisasi kepada seluruh perwakilan civitas akademika..

Ternyata itu tamparan hebat saya sebagai seorang manusia yang punya hati dan harga diri

Sosialisasi dimulai

Deg-degan itu pasti..

Kali itulah pertama kali aku akan memperkenalkan diri sebagai ketua pelaksana…

Mencoba memperkenalkan diri..

Berusaha menampilkan yang terbaik dalam diri saya..

Mencoba tersenyum teruss…

Karena saya teringat kata – kata dari kakak tingkat saya bahwa sosialisasi itu mengerikan .. adu mental.. aktualisasi diri sebuah kata menjijikkan ” SENIORITAS” , senioritas yang dibawa oknum tertentu yang AMORAL.

Banyak sekali pertanyaan dan pernyataan yang tidak logis dan masuk akal…

Mohon maaf, sepertinya oknum itu tidak pantas disebut Tenaga kesehatan…

Sepengetahuan saya, yang namanya tenaga kesehatan itu mengenal kata ” Kemanusiaan” lain cerita dengan anak MIPA, ekonomi, atau teknik yang bergelut dengan benda mati. Mengahadapi benda mati itu berbeda dengan benda hidup, benda hidup punya yang namanya HATI, punya yang namanya akal, punya yang namanya ROHANI.

Sebenarnya sebelum sosialisasi saya tidak punya keyakinan sengeri kakak tingkat saya..

Bahwa Sosisalisasi ini akan mengerikan..

Saya bukan tipe orang-orang yang terlalu fokus dengan hal buruk yang tidak sesuai keinginan saya..

Karena saya tahu dan yakin bahwa

” Doa kita, keyakinan kita, perhatian kita, seperti cermin yang pasti bakal terjadi”

Ternyata apa yang dikatakan kakak tingkat saya BENAR. SANGAT MENGERIKAN.

Untungnya saya masih diberi kekuatan untuk mengahadapi mereka.. setidaknya meski saya tidak bisa menjawab saya masih bisa tersenyum dan mencoba menenangkan mereka yang emosional itu…

Kata-kata yang cukup tajam adalah..

Koq panitianya cewek semua, cowoknya mana ???

Dan yang lebih menyakitkan lagi

Ada seorang, bagian dari oknum itu yang berkata di akhir sosisalisasi itu bahwa

’ saya tidak setuju ketuanya wanita, Dekan Cup itu berat.. seharusnya  cowok, wong kamu seperti gak punya kekuatan, seperti menangis dan mau pingsan ”

Entah kenapa meski seluruh sel tubuh saya panas…

Saya tetap memberikan senyum kepada oknum itu…

Memang seperti bersandiwara…

Hati saya seperti kebakaran…

Dan saya tak kuasa berdoa buruk

” Ya Allah…. semoga oknum ini yang menyakitkanku ini tidak menjadi juara umum, karena itu tidak pantas diberikan kepada mereka yang tidak menjunjung manusiawi”

Sampai pada akhirnya perdebatan akan sesuatu hal tidak terselesaikan, dan harus dilanjutkan besoknya..

Selesai itu, saya menangis gila..

Sama gilanya dengan saat pemberitahuan bahwa saya bakal jadi ketua pelaksana…

Saya menangis di depan seluruh panitia saya..

Lemah .. *memang*

Itulah wanita, kekuatan muncul selesai menangis, karena itu dayanya untuk bertahan…

Tak hentinya saya meminta maaf kepada seluruh panitia bahwa saya masih belum bisa memimpin kalian…

Maafkan saya…

Karena nama panitia sudah aku coret sendiri…

Pulang hingga pukul 10 malam…

Mendiksusikan bagaimana persiapan besok..

Pikiranku seperti berat dan penat

Hingga aku mendiskusikan hal tersebut di serambi perpus UB, bersama 6 orang temanku…

Tampak lelah semua…

Besok pagi,saya berangkat kuliah memakai baju merah jilbab merah, seperti saran dari kawan baik saya, baju itu bagian komunikasi, pakailah pakaian yang tegas dan siap menghadapi sosialisasi yang kedua dengan mereka. Saya jadi ingat pada sosialisasi pertama banyak teman saya yang mengkritik pakaian saya yang terlalu imut, merah muda dan biru laut.

aku sudah tidak fokus yang namanya Kuliah, mempersiapkan sosialisasi dan berharap hari ini bakal sukses, tidak disetir tapi akan menyetir…

Dan benar …

Sosialisasi episode 2 sukses. Forum bisa kami kendalikan.

Sedikit tenang.. Mulai melontarkan kata – kata afirmasi diri..

” Cicha.. ikhlas cha”

Syukur.. sabar.. tenang…fokus…bahagia.. semangat…

” Cicha.. mungkin ini cara Tuhan agar kamu naik kelas..”

” Cicha…Allah gak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umatnya..”

” Cicha… Segelap-gelap malam adalah menjelang terang…”

” Cicha… dibalik kesulitan pasti ada kemudahan..”

” Cicha.. segala sesuatu sudah dituliskan.. mungkin ini jalan Tuhan yang indah ”

” Cicha… mungkin ini pertanda Tuhan untuk membesarkan dirimu..”

” Cicha.. mungkin ini kado indah Tuhan untuk cobaan lalu yang telah kamu lampaui..

” Cicha.. dewasa itu pilihan.. mau menghadapi dengan susah.. ya jaelas bakal gilaa kamu,,

” Cicha.. berapa banyak buku psikologi di mejamu.. berapa banyak teori yang sudah kamu berikan ke orang lain,,, tapi kamu sendiri tidak mampu mengaplikasikan

Malu dong cha.. kata2mu tidak sesuai dengan tingkahmu…

” Cicha.. semangat cicha… besok masih ujian …, jangan sampai masalah ini merusak nilai kamu.. Kasihan mama papa kan…’

Sudah mulai enak hati saya…

Mencoba membuka handout.. dan memulai belajar..

Tapi sayang… KONSLET..

Lalu.. aku mencoba terdiam..

Menulis sms kepada pacar saya..

Lalu dia menelepon.. bertanya.. ” Lohh.. Iyah ta dek..” tak kuasa aku menangis dan mengeluhkan keadaanku sekarang..”

Aku hanya minta dia, bantu aku menenangkan diri.. mengahadapi peristiwa ini…

Karena jelas keadaanku sekarang tidak bisa berubah.. yang bisa berubah adalah bagaimana caraku menghadapi keadaan ini…

Satu kalimat yang membuat aku menangis..

” Adeqq… pegang satu kata.. IKHLAS.. serahkan semua pada Allah, itu kan kata-kata yang sering adeq bilang ke mas…”

Aku jadi malu.. marah dan berkata ” Kenapa saya munafik”

Tidak..

Ini tidak boleh…

Orang macam apa aku.. suka bilang A tapi prakteknya B..

Memalukan cicha..

Sudah mulai bangkit…

Dan berharap semua kan baik-baik saja…

Mencoba belajar lagi..

Memaksa sih..tapi mau gimana lagi…

” Kasihan mama papa”

Ketika kepala sudah mulai lelah dan hati sudah lelah merasakan,,,

Mencoba tidur…

Bangun malam.. menenangkan diri.. karena tidak ada tempat mengeluh yang paling indah selain Allah…

Paginya.. aku ditelfon pacar saya lagi..

Tak kuasa aku menangis.. menangis lagi… mengeluh..mengeluh lagi…

Tapi setidaknya saya legaaa…

Sehabis ditelfon.. saya menelepon orang tua saya..

Karena intuisi saya berkata ” bahwa suara Tuhan ada disana”

Anda tahu…

Orang tua saya malah mengucapkan selamat..

” wahhh… anakku rekk… hebat !!! ”

Semakin membuat saya menangis .. saya tak kuasa bilang apa yang sebenarnya terjadi

Mendengar saya menangis tersedu..

” Saya dimarahi oleh orang tua saya”

” Mereka bilang, lohhh… Lapo kamu nangis… , iku ngono carane Gusti Allah ngunggahno derajatmu nduk…’

” lapo kamu nangis,,,. Gak perlu iku..”

Tak bisa mengeluh, akhirnya saya hanya bilang…

” mama… papa… tolong dongakno aku yoh.. aku bakal mimpin uwong-uwong kritis…

Gak mek mahasiswa, tapi karyawan, dokter , dokter spesialis, dosen…

Dungakno ae yo pah… aku jan butuh temenanan..”

Seperti mendapat hidayah..

Dan kuputuskan untuk berangkat dengan satu kata  IKHLAS… syukur, sabar, fokus, bahgia dan semangat…

Segera setelah itu, aku meng-sms panitia tender..

Dan memberitahukan bahwa saya akan baik-baik saja dan berangkat dengan ikhlas…

Sorenya…

Entah kenapa hatiku sudah mulai enak dan siap menghadapi apapun yang terjadi.. Mulai sharing dengan orang-orang Grima yang baik dan berpengalaman…

Karena hanya satu keyakinanku.. “ Tuhan itu Maha Penolong, tidak mungkin membiarkan makhluknya berjalan sendirian.. pasti Dia berbaris didepanku.. membuka jalan takdirku.. “ Pasti ! itu terjadi ! =)

Hasil pengumuman hari ini, dan aku merasa tenaaang sekali, karena aku merasa tugasku sudah berakhir kemaren, dan sekarang saatnya fokus ujian. Wooohhoooo….U-J-I-A-N L

Siang hari, aku mendapat sms dari teman lelakiku.. dia menuliskan ” Cicha… presentasimu kemaren keren banget.. Two thumbs buat kamu. Gmn kalo kamu ternyata kepilih ? ”

Dan saya hanya membalas, ” Oalah.. ada sosok pasangan yang lebih pantas, aku kemaren hanya ingin menyelesaikan tugas maju tender dengan catatan menampilkan presentasi yang bagus, bawa nama jurusan biar gak memalukan”

Tak lama kemudian ada yang sms lagi, dia adalah ketua himpunan ku, dia menulis pertanyaan yang intinya sama, aku jawabpun dengan inti yang sama. Aku tidak mau..

Non sense, sms tadi tidak begitu berarti, aku lanjutkan belajar karena besok ujian 4 sks. Sore harinya pukul 3 aku mendapat sms dari panitia tender ” Mohon kehadirannya pukul 5 sore bersama pasangan Anda di Grima FKUB, bersifat wajib ”. Segera aku forward sms tadi, dan sayangnya, pasanganku bilang bahwa dia tidak bisa menemani jam 5 sore nanti.

Sedih sih.. Sedikit, tapi hallahh.. palingan juga gak ada apa-apa.

Jam 5 hujan, aku berjalan menuju kampus sekitar 1 km. Santai, tenang, menikmati udara hujan dengan senyuman..

Selama perjalanan berkali-kali aku dihubungi, karena hanyalah aku pasangan tender yang belum datang …hehehe *nakal*

Disana, aku bersama 3 pasangan lain dimasukkan dalam ruang tertutup, dan dibacakanlah hasil tenderisasi..

Mulai dari nilai terrendah hingga tertinggi sesuai nomor urut maju presentasi..

Yang sulit aku terima adalah bahwa aku dan si w menduduki posisi tertinggi, Dengan penilaian yang  cukup jauh dari peringkat kedua, berselisih 300 point. Nilai itu cukup telak.. , dan aku seperti kena serangan otak dan hati yang mendadak.. Gilaaaa!!!

Hanya bisa menangis tersedu tidak karuan, di pojok, sendirian, seperti orang hilang kesadaran, entah kenapa duniaku seperti tertimpa reruntuhan bangunan dari lantai 20. Gilaaaaaaa………..

Otakku tidak bisa berfikir waras, ingin sekali menyalahkan keadaan, menyalahkan masa lalu, menyalahkan keputusan, menyalahkan semua dunia yang ada disekelilingku,

Tak hentinya aku berkata” Ya.. Allah.. Kenapa.. kenapa aku harus tertimpa musibah ini.. ” Engkau Maha Adil kenapa harus aku ?? Kenapa bukan yang lebih pantas” aku ini siapa.. aku bukan apa-apa di fakultas, pengalamanku tidak banyak, dan sepertinya

aku ngelamak, melangkahi teman-teman yang mungkin lebih terobsesi dengan kedudukan ku sekarang.. ’

Hampir 20 menit aku seperti orang tidak waras, menangis gilaaa…, sendirian,

Panitia tender mencoba menghiburku., meyakinkanku bahwa aku bisa, menenangkanku bahwa itu mudah.. dan lain sebagainya , tapi itu semua, saat itu seperti NON SENSE. TIDAK BERARTI. L

Setelah aku mulai sedikit tenang, panitia tender mencoba mengarahkanku untuk solat magrib. Tak hentinya aku menangis ketika solat, seperti habis ditembak sesuatu.. di otak dan hati.. tapi tidak berdarah hanya merasa semua sel tubuhku berteriak kesakitan.. dan ingin meledak saja…

Ragaku mungkin waras.. jiwaku tidak jelass…

Berjalan pulang sendirian…

Tak berhenti menangis di jalan, seperti orang linglung atau autis

Saat dihalaman aku bertemu teman kos terbaikku Ratna, dan aku berdiri sambil menangis membisu didepannya…

Aku dikamar kos…

Tak hentinya jiwaku berteriak, memberontak, menangis sampai air mataku habis dan aku lelah menangis,,

Tenderisasi

Waktu itu, tidak ada alasan untuk melempar nama. Aku duduk di pojok belakang kelas dalam sebuah forum yang panas. Aku diam, mendengarkan ketua forum bicara, mengajak aku dan seluruh teman-temanku menentukan siapa yang maju tenderisasi. Sebuah kompetisi proyek ” Anti Tobacco Month 2010 ”.di lingkup fakultas. Berjalan penuh 2 bulan kedepan . Sebuah Ajang bergengsi tingkat Fakultas, yang selalu dinanti semua komponen civitas akademika fakultas.

Kompetisi yang mempertaruhkan nama jurusanku. Sangat memungkinkan jika tidak mengikutinya, nama jurusan bisa hancur secara internal maupun eksternal.

Kala itu forum mendadadak panas, sampai  akhirnya menunjuk salah seorang temanku yang sangat cakap, sayangnya beribu alasan dia lontarkan, mulai dari konsekuensi jika menang dan kapabilitas personal yang kurang. Aku pribadi tidak menyalahkan karena itu pilihan masing-masing orang yang harus dihormati dan dihargai. Setelah mendengarkan penolakan yang tegas dari temanku. Ketua forum kelasku berkata ” Saya rasa forum ini sudah berhawa tidak enak, dan saya tidak ingin melempar atau menunjuk salah seorang lagi, karena saya merasa ini bukan sebuah bola yang bisa dilempar begitu mudahnya, Jadi ..saya bisa menyimpulkan bahwa forum tidak menginginkan untuk maju tender, untuk itu kita harus menerima konsekuensinya. Settt…tiba-tiba Ada temanku wanita yang kemudian mengacungkan tangan dan berkata ” Oke, aku akan maju tender” Sebut saja namanya W. Spontan seluruh kelas terharu dan memberikan applause yang luar biasa, diikuti air mata dari ketua forum yang juga teharu. Aku sendiripun tidak menyangka dia yang bernama W seberani itu, jika anda tahu, dia bukanlah aktivis, ikut kepanitiaan saja jarang sekali, apalagi organisasi. Blasssssss….. Tapi keberaniaanya untuk memberanikan nyali sungguh luar biasa. Saat ditanya ketua mengenai alasan dia ingin maju, sangatlah sederhana ” Saya hanya ingin menolong situasi, dan setidaknya nama jurusan tidak hancur”.

Ada sedikit kelegaan mendalam setelah satu orang diperoleh untuk maju tender. Kemudian karena tenderisasi ini dua orang, maka haruslah diputuskan juga siapa yang akan menjadi pendampingnya. Forum terdiam dan tidak kusangka nama ”Khairizka” disebut. Aku benar-benar tercengang kaget luar biasa. Kenapa bisa namaku?????. Untungnya Ketua forum memilih salah seorang lagi untuk beradu voting denganku. Sebut saja namanya A. Sayangnya si A menolak dengan halus pilihan ketua untuk beradu voting denganku. Dan akhirnya, pilihan terakhir jatuh kepadaku. Aku tidak tahu harus berkata apa, kalau dibilang tidak siap, semua anggota forum kelas juga tidak siap, disitu, di forum itu tidak ada yang siap. Dan aku, sebagai orang yang hampir sama dengan W terpilih untuk maju tender. Aku tak kuasa menonjolkan egoku dan ketakutanku nanti ketika konsekuensi harus aku tanggung. Lagipula ketika aku melihat W memberanikan diri padahal modal organsasi juga pas-pasan, Aku jadi tidak tega untuk menolak. Kuberanikan diri bilang ” Oke..aku akan bantu W maju tenderisasi” . Saat itu hanya satu niatku, ” menyelamatkan situasi”. Persis sama seperti niat W pada awalnya.

Kemudian, aku dan W sepakat meminta komitmen teman-teman untuk membantu konsep tenderisasi. Tak pikir panjang langsung kubentuk PJ tiap mata acara yang akan ditenderkan. Terbentuklah 5 orang PJ, dengan total anggota 30 orang. Alhamdulillah.. setidaknya aku dan W tidak disibukkan dengan bagaimana idenya, kita tinggal mengeset mental dan keberanian untuk presentasi nanti. Kuputuskan besok deadline tugas masing-masing PJ. Besok sore kemudian, aku, W dan PJ acara diskusi bersama mematangkan konsep hingga larut malam, sehabis maghrib.

Tiba di tempat kost, aku perbaiki semuanya membagi tugas dengan W untuk mematangkan konsep. Besoknya, Selesai menggandakan makalah tenderisasi, kami sedikit bisa tersenyum lega, setidaknya setengah langkah sudah dilalui. Setengah langkah berikutnya adalah presentasi.

Ketika hari dimana prsentasi semakin mendekati, sejujurnya aku tidak terlalu menaruh fokus perhatian, karena saat itu aku merasa hanya menikmati proses. Dan yakin bahwa tenderku tidak akan menang, karena aku yakin Tuhan mendengar niat utamaku. Ketika waktu menyuruhku untuk presentasi, aku dan W berupaya seoptimal mungkin , karena setidaknya meski hanya dengan niat menyelamatkan situasi, jangan sampai presentasi buruk. Paling tidak jadi sebuah pertimbangan dalam sebuah kompetisi, meski niat utama kami bukanlah pemenang.

Saat presentasi aku bersemangat sekali, sangat bersemangat.. , aku tak tahu kenapa aku merasa harus menampilkan yang terbaik. Saat presentasi aku sungguh terharu, melihat kawan-kawanku melihatku, menyoraki aku, mendukung sepenuhnya jurusanku, dan memenuhi kursi dalam forum tenderisasi itu. Pertanyaan demi pertanyaan aku jawab semampuku.

Selesai presentasi, aku harus dikarantina. Kemudian ada seorang temanku yang tidak lain adalah ketua Forum Kelas penentuan tenderisasi datang menghampiriku. Dan berkata ” Kalian Kereeeeennnnnnnn”. Konsep kalian matang sekali jika dibandingkan dengan lainnya. Pokoknya kalau kalian menang tender, aku akan traktir kalian. Sedikit takut ketika mendengarnya ” Bisa jadi aku dan W memenangkan tender nihh..” tapi ketakutan itu tak terlalu berarti karena aku merasa ada sesosok lawan yang lebih pantas maju secara personal. Lagipula tidak biasa Fakultasku menaruh pilihan pada gender yang tidak biasa.

WANITA .

Kemudian, selesai semua presentasi, aku diajak keluar dari ruang karantina menuju lokasi presentasi. Panitia tenderisasi berkata Hasil presentasi akan diumumkan besok sore, dan mereka bertanya pada 4 pasangan (8 orang) , jabatan apa yang kalian duduki ketika nanti terpilih ? , kemudian si W menepuk punggungku dan berkata ” Kamu ae yo cha, kamu luwih pantes”. Entah dengan spontan, aku meng-iya-kan dan dia memilih jadi sekretaris umumku.

Hari itu Sungguh Bahagia sekali,bukan merasa aku akan terpilih tetapi rasanya sangat puas menyelesaikan tugas, melihat teman-temanku datang dan mendukungku, tersenyum dan bersorak bangga melihatku presentasi.. sebuah kebersamaan yang indah…

Aku tidak menyangka bahwa itulah awal dari gerbang tantangan luar biasa selama aku hidup.

Baskara

Baskara

Waktu mengenalnya, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa dia seperti matahari. Kenapa ? Karena dia bercahaya , tidak hanya pribadinya tapi kedatangannya pun secepat cahaya ( 108 m/dtk) Tak kusangka matahari ini mengkokohkan diriku kembali, yang sebelumnya rapuh dan hampir mati, Rapuh karena masalah hati, salah dalam memanajemen hati hingga seperti akan mati. Matahari yang menerangi di saat diri hanya melihat hitam, di saat hidup seperti mimpi buruk. Dan sekarang beruntungnya aku karena dia senantiasa menemani.

Setiap kali berinteraksi, aku selalu merasakan keberadaannya seperti matahari, bukan panas tapi hangat dan akrab.Suatu hari aku bertanya? Apa arti Baskara diantara namamu ?. Aku tidak menyangka bahwa itu artinya matahari. Waww…sebuah kebetulan yang  menarik. Tak kusangka meski di awal kenal aku tidak tahu arti “baskara”, tapi aku sudah menyadari keberadaannya seperti matahari.  Persis seperti namanya.

Kuputuskan saat itu pula, untuk bertanya.. “Bolehkah aku memakai namamu sebagai nama belakangku di jejaring sosial yang sedang in saat ini? ”. Karena selain artinya yang indah, kosakatanyapun juga terdengar mewah. Mungkin terkesan berlebihan, kenal  saja baru bisa diitung mingguan, tapi sudah berani memakai nama belakang ”Baskara” padahal jadian masih dapat dihitung hari, belum tentu pula bila nanti jadi istri. Tapi, bukan itu maksud yang aku garis bawahi. Entah kenapa sejak aku mengenal dia, aku jadi ingin menggali lebih dalam apa maksud Tuhan menciptakan matahari. .

Seperti pesan Tuhan melalui air, Pesan Tuhan melalui matahari sungguh luar biasa. Dulu sebelum aku mulai jatuh cinta dengan matahari, aku sangat mengagumi air. Dan ketika waktu mengijinkan aku untuk mengenal dan berjalan bersama ” Baskara”, aku terjatuh dalam kekaguman sebuah matahari. Kedua ciptaan ini tidak hanya sekedar penciptaan yang diam, tapi keduanya bisa bicara, keduanya bisa menasehati kita, keduanya sungguh benda alam yang bijaksana, Keduanya adalah suara Tuhan yang bukan rahasia.

Cukup lama aku berpikir, dan inilah pandangan awam yang terbesit di pikiran muslim Indonesia :

  1. Matahari selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Dia selalu terbit 12 jam dan tenggelam 12 jam. Meski mungkin panasnya membawa kebaikan dan mungkin penderitaan bagi sebagian orang. Tapi dia tidak peduli, dia hanya ingin menampilkan yang terbaik utnuk tanggung jawabnya
  2. Dia selalu terbit di timur dan tenggelam di barat. Dia mengajarkan bahwa hidup tidak selalu bermatahari,tidak selalu bercahaya, tidak selalu cerah tapi ada kalanya berbintang yang hanya diterangi oleh sedikit cahaya untuk melihat arah kehidupan, sehingga kita bisa lebih menghargai arti sebuah cahaya.
  3. Tuhan bicara optimisme pada fenomena ” Matahari Terbit”.Beliau menyebutkan bahwa  Titik paling gelap ketika malam adalah menjelang pagi. Maksudnya jangan menyerah meraih tujuanmu, mewujudkan kata hatimu, mengikuti pertanda Tuhan tentang maktubmu. Jangan menyerah, karena Tuhan sudah mengirim pesan lewat alam bahwa saat kita ingin meraih mimpi, menginginkan pencerahan, padahal saat itu sepertinya alam tidak mendukung, alam seperti berontak dengan harapan dan keinginan kita, kita seperti menemui banyak tititk-titik hitam. Tapi..yakinlah, waktu paling gelap adalah menjelang terang, yaitu matahari terbit. Bisa jadi kita sudah sangat dekat dengan keinginan kita. Benar bukan?
  4. Di kala matahari terbit, ia berikan sinar jingga kemerahan pada langit, warna yang terlukis seperti api. Api artinya bara, berkobar, bersemangat. Setiap pagi matahari berikan sedikit waktunya sekitar 30 menit untuk menyemangati kita. Matahari senantiasa selalu menorehkan warna merah untuk menyemangati kita meski mungkin kita tidak meminta, tapi dia tidak pernah ngambek untuk selalu menyemangati kita di setiap harinya. Selain itu jingga sebagai simbol keceriaan, agar kita menyambut pagi dengan semangat dan keceriaan untuk menyebar di bumi menikmati keagungan Tuhan
  5. Ketika pagi tiba, kita dianjurkan beraktivitas, Saya yakin anda sering mendengar bahwa sinar di pagi hari menyehatkan. Dan kita dianjurkan ”berjemur” saat sinar baik ini memancar yakni sekitar pukul 06.00 hingga 09.00. Sebetulnya dia tidak hanya menyehatkan, tapi lebih kepada anjuran Tuhan agar kita beraktivitas di dunia, menebar kebaikan di alam, melihat ciptaan dan keagungan Tuhan. Sehingga kita tidak melihat duniadi sisi gelapnya saja.
  6. Menjelang siang, sinarnya sudah berbahaya. Bila kita kurang bijak untuk menggunakannya muncul penyakit-penyakit karsinogenik dan mutasi- mutasi sel tubuh. Artinya apa..bahwa ketika melakukan pekerjaan kita harus bergerak cepat dan taktis. Saya yakin ketika pukul 11 hingga 1 siang, tidak ada seorang pun yang betah berlama-lama berjemur. Iya kan ?. Ini menunjukkan bahwa Tuhan suka kecepatan.
  7. Ketika siang tiba, ia hanya melukis langit dengan warna putih kebiru-biruan. Menurut banyak ahli psikologi sinar putih artinya suci, bersih,terang, hati-hati dan lembut pastinya.Sedangkan warna biru, menurut riset psikologi adalah warna kedamaian. Tuhan memadukan dua warna ini karena ketika kita melihat putih, memahami dan menyadari penuh maknanya,melihat segala ciptaan Tuhan dengan sinar putihnya maka unsur kedamaian pasti terselip otomatis dalam benak kita masing-masing. Sudah pasti !!
  8. Meski Mendung, matahari tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Segelap-gelapnya mendung, pernahkah kita melihat bahwa matahari kalah oleh mendung. Tidak pernah kan?,Kita masih bisa melihat alam di kala siang. Disini bukan hanya karena ukuran matahari yang besar, tapi kepada  kekonsistenan dirinya untuk selalu memberikan yang  terbaik di kala mendung.
  9. Saat menjelang senja pun kenapa warnanya jingga kemerahan lagi??, seperti warna yang dia pancarkan ketika terbit. Karena Tuhan mengajarkan kita untuk tetap bersemangat menjalani hidup meski sepertinya waktu telah menunjukkan sisi gelapnya. Dan Tuhan seperti meyakinkan bahwa esok hari setalah gelap pasti ada terang. Seperti firman Allah : Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan

Pada Intinya pesan matahari adalah memberi. Dia begitu ikhlas memberi, begitu rela memancarkan cahanya, bahkan ketika ada seseorang yang mengeluh, menghina dirinya akibat sinar yang dia pancarkan. Diapun  tidak pernah minta imbalan kepada kita, Baik untuk panas yang menguntungkan kita, ataupun panas yang menyiksa tubuh kita.

Itulah Matahari, sebuah ciptaan Tuhan yang tidak habis memberi dan tersenyum untuk kita.

Subhanallah… =)

Haduhhh……harus buruan, jangan sampe tunggu menunggu…. Siang itu pukul 12.00 siang tepatnya aku berangkat dari kos menuju kampus. 30 menit sebelum berangkat aku was-was tidak karuan, gelisah, takut bila nanti blank menghadapinya dan malah tidak bisa menyampaikan apa-apa. Selama solat dhuhur tak berhenti aku meminta agar Allah melancarkan semua, semuanya  sesuai skenario yang sudah aku rancang jauh-jauh hari sebelumnya.

Berangkat dengan sedikit berlari, panas menyerang, jantung ngebut tak karuan, dan hanya punya satu fokus perhatian, “Pokoknya hari ini harus selesai dengan sempurna”

Selama ini, selama kita kenal banyak hal yang masih menjadi teka teki, hingga pada akhirnya aku memutuskan utnuk memperjelas teka-teki ini. Sebenarnya sedari awal aku ingin diantara aku dan dia bisa terbuka. tapi karena aku dan dia hanya sebatas teman istimewa. aku seperti tak kuasa untuk mengklarifikasi permasalahn ini lebih dalam.  Hingga pada suatu hari, aku didekati dengan seorang lelaki. Lelaki yang tidak kalah Subhanallah dengan dia. ketika itu, lelaki ini sudah mengungkapkan perasaannya kepadaku, tapi tak begitu denganku. karena sejujurnya masih ada dia di hatiku.dan lelaki itu juga tahu.  Kuakui, sejak kedatangan lelaki ini aku jadi mulai ragu dan gelisah untuk mempertahankan perasaan ini kepada dia. Bagaimana tidak, lelaki ini benar-benar menunjukkan ketulusan rasanya. Hingga seringkali membuatku meleleh. Pikirku, daripada aku terus bergelut tidak jelas dengan ketidakpastian dia, aku beranikan diri untuk bicara empat mata dari hati ke hati dengan dia.

tiba disana, untungnya  aku tidak terlambat karena ternyata dia belum datang. Hahhh…sungguh aku bernafas lega. paling tidak aku masih punya kesempatan menata pikiran dan hati, bernafas dalam, menenangkan hati, dan mengatur strategi pastinya.

Sekitar  15 menitan aku menunggu, melihat sosoknya tiba sungguh hati seperti menyala-nyala.  Kami menuju tempat yang sekiranya pantas. Dan ternyata sama, memorable place *mading voli* tempat yang pantas itu.

Awalnya sempat salah tingkah. Bukan karena malu, tapi karena harus memulai darimana dulu.., kemudian dia meminta aku mengungkapkan terlebih dahulu. tak pikir panjang, akhirnya aku membuka mulut dan meluapkan semuanya, segalanya yang pernah menganjal di dada, mengerogoti pikiran dan perasaanku selama ini. Tapi belum sempat membuka mulut, aku tak kuasa menahan keluarnya air mata…bibirku tak kuasa mengucap dan justru tangisan yang keluar…tangisan seorang saya di depan lelaki, itulah kali pertama aku menangis di depan lelaki, yang sangat aku cintai.  aku sendiri juga kaget dengan sikapku yang otomatis itu, karena dalam skenarioku tidak terbesit pikiran untuk mengeluarkan air. tapi ternyata dalamnya rasa yang sudah terbendung selama ini seperti banjir yang tak kuasa diatasi. aku masih belum sanggup mengucap kata di mulut…cukup lama aku menenangkan diri dulu dengan tangisan, bernafas panjang. aku tahu dia melihatku, dan aku juga tahu bahwa sorot matanya ikut merasakan hal yang sama denganku.., entah apakah penglihatanku yang salah, tapi aku melihat dia sempat berkaca melihatku.

Setelah sedikit tenang dan berpikir jernih, aku mengungkapkan semua diikuti emosi klimaks yang luar biasa. Berkata dengan nada yang fluktuatif dan penekanan yang menjadi-jadi. Tapi memang itulah yang terjadi dengan seorang cicha selama ini. Aku melihat dirinya seperti berdiri kaku dan kelu melihatku.

Meski aku bisa dikatakan marah besar, aku masih tetap ingin berbaik hati dengannya. Paling tidak dengan kemarahanku dia bisa lebih mengerti dengan perbuatannya selama ini.

9 Bulan lebih aku menulis rasa indah ini di hati, setiap kali, setiap ada hal yang tidak kumengerti aku selalu berupaya memahami dirinya, karena aku sayang sama dia. Selama  itu pula aku selalu menyuntikkan kata-kata menenangkan diri untuk tetap bertahan mencintainya. Mungkin selama ini dia tidak melihat betapa dalamnya rasa ini.ada hal dalam dirinya yang membuatku bertahan, dan setiap kali aku menemui godaan untuk berpaling aku selalu mengingat hal istimewa yang dia miliki tadi. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk bertahan lagi.

Pernah di awal kenal dia mengungkapkan prinsip dan pilihannya. Dan menurutku pilihannya tidak salah. Tapi seiring waktu berjalan, dia kurang bisa membawa secara pantas.  Seringkali selama berkomunikasi,dia membuatku melayang tinggi, tinggi sekali. Dan aku sebagai seorang perempuan berusia 20 tahun berstatus lajang, tentunya tidak berlebihan jika aku menilai dengan intrepetasi lain intrepetasi yang istimewa. dan sayangnya dia tidak sadar akan itu.

Setelah aku mengungkap, aku balik bertanya bagaimana perasaanya padaku. Dia berkata ” aku kagum cha sama kamu…kamu orangnya menyenangkan kamu bisa bikin seneng semua orang…, dan sampai sekarang pun aku masih kagum”. saat mendengar itu sejujurnya aku non sense. Tidak seperti dulu yang selalu meleleh mendengar dia berkata seperti itu. Kemudian segera aku meneruskan rasa penasaranku ” trus.., masak gitu thok’ . lalu dia kembali meneruskan ‘ Tapi cha..kamu itu hanya sampe indraku bukan hatiku ” …..

Sumpahhhh!!!!!!! Jedieeerrrrrrrrrrr!!!!

Perasaanku bener-bener hancur sehancur-hancurnya. dan yang tak habis kupikir “Kenapa kamu tidak bilang dan terbuka dari dulu???? kenapa????” Trus maksudmu selama ini apa????”, Menurutku tidak salah dengan persepsiku melihat kelakuanmu, karena aku yakin seorang wanita yang awalnya sudah suka, berumur remaja, berstatus sendiri pula pasti punya persepsi lain jika dibegitukan

Saat itu aku melihatnya tertegun kaku dan membisu. aku hanya mampu melihat dia sambil menangis, menangis sejadi-jadinya, aku tidak tahu harus berteriak dan berkata apa lagi. Aku hanya bisa menangis merasakan perasaan hancur ini.

Aku kuatkan diriku, aku semakin yakin dengan langkah yang akan aku ambil. yaitu memusnahkan dia, menghapus namanya bersama angin dan membuka hati untuk lelaki itu.kucoba diriku menenangkan diri.  Mencoba untuk berpikir jernih kembali.

Lalu pelan-pelan aku katakan. cukup aku yang terakhir  merasakan ini. aku tahu kamu mungkin tidak mengira bahwa niat baikmu untuk membina hubungan baik dengan orang lain termasuk wanita akan berujung seperti aku. Kita awal kenal baik-baik dan sampai kapanpun harus tetap baik-baik. Aku tidak ingin apa yang terjadi sekarang ngrusak hubungan kita. Okelah yang kemaren sudah berlalu, dihapus bareng-bareng, dipendam bareng-bareng.., dan sekarang kita buka persahabatan baru lagi.

Aku bukan berlagak bagai malaikat, tapi aku hanya ingin memperbaiki hubungan yang tertutup dan bermasalah dengannya.Meski aku harus berpisah dengannya dari *hati* sebagai seorang yang istimewa

lama aku terdiam, dan berfikir kira-kira apa hal yang masih menganjal di dada. Tapi ternyata semua sudah terluapkan . dan entah kenapa telingaku masih tergiang kata-katanya ” Kamu hanya sebatas indra tak sampai rasa’ . dan tes tes tes…menangis lagi. Melihat dia,sumpah !!! rasa hati tak kuasa menangis…Lalu kuberanikan bilang ” Ehmmm aku duluan ya…aku gak kuat ” aku berbalik arah…dan menangis lebih gila. Lalu dia bilang ” cha kalo ada apa-apa cerita”…Iyah kataku… , Kemudian untuk terakhir kalinya aku melihat dia dan membatin “ya Allah..dia orang yang pernah kucintai, sekarang dan seterusnya aku harus menghapus dirinya…” Merasakan perpisahan hati sungguh membuat air mataku tak kuasa musnah…akhirnya aku berlari menangis …menangis lebih keras..

saat kuliah kepalaku bener2 blank, aku gak bisa fokus konsentrasi,yang ada hanyalah semua kata-kata nya lalu lalang blingsatan di otak dan hati. Padahal mata kuliahnya 4 sks, dan berbau klinis sekali.

Selesai kuliah, aku putuskan untuk bertemu lelaki tadi. selain ingin curhat masalah siang tadi, aku juga ingin meng iya kan permintaannya untuk menjadi couple. memang bisa dibilang ini sebuah pelarian. Tapi, sejak awal kenal dia sudah tau itu, dan sungguh lelaki ini berhati malaikat. Bisa kulihat dan kurasakan betapa tulus perasaanya hingga ia mau menerima keadaan hatiku yang masih belum jelas dan benar benar hanya pada lelaki ini. Sungguh saat itu pula aku berjanji agar ketulusannya bisa kubalas dengan hati. belajar membuka hati dan mengubur pergi masa lalu, Cukup aku yang mersakan ini, jangan sampai lelaki ini, karena aku menyadari sebuah fatamorgana hati itu duri dan perih.

Malas beda dengan Melas

Malas itu beda dengan melas, Malas itu mampu tapi tak mau, sedangkan  melas itu mau tapi tak mampu.

Dalam keyakinan saya, ada ayat yang menyebutkan bahwa “Marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan”. Dimanapun,kapanpun, pada siapapun. Tapi dalam wacana ini bukan subyek yang melakukan, yang ingin saya sorot tapi subyek yang menerima perlakuan baik tadi. Khususnya adalah peminta-minta yang kurang bersyukur dengan dirinya. Ironi sekali melihat orang sehat kuat menselonjorkan dirinya di jalan, dan mengathungkan tangan terbuka, mendekati siapapun yang sekiranya mampu memberikan belas kasihan kepada mereka. Dan melihat orang cacat yang bersemangat menjalani hidupnya. Saya yakin perasaan Anda jauh lebih sejuk ketika membayangkan orang cacat yang besemangat tadi. Karena itu adalah wujud syukur mereka untuk nikmat yang masih dialirkan

Anda pasti tahu seorang Dahlan Iskan dan Komedian Pepeng. Dahlan Iskan adalah seorang jurnalis Indonesia ternama,dia pernah divonis menderita penyakit hati kronis dan harus melakukan tranplantasi hati. Padahal sebagai seorang yang belajar kesehatan, saya tahu betul bahwa metabolisme tubuh utama itu terjadi di hati. Semua zat gizi pasti melalui tempat ini, Tidak bisa saya bayangkan kalo terjadi gangguan kronis di hati, pasti rasa tubuh sudah tidak karu-karuan, Naudzubillah..mindalik…

Tapi Subhannallah sekali, seorang Dahlan Iskan justru menjadikan itu sebuah nikmat dan inspirasi bagi orang lain dengan menuliskan sebuah buku best seller berjudul ”Ganti Hati”.

Yang kedua, Komedian Pepeng, dia melanjutkan studi pasca sarjana dalam kondisi sakit, membiayai keluarga dengan menulis buku bukan berkomedi lagi. Padahal penyakitnya merupakan penyakit langka, dan dia adalah salah satu penderita diantara 2 penderita  di dunia. Saya lupa nama penyakitnya, karena langkanya sehingga tidak familiar di kuping saya.

Dua pribadi yang menjadikan cacat sebagai nikmat bukan tamat. Dua pribadi yang tidak menyerah dan memutuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang masih dialirkan Tuhan.

Subhanallah…

Sejujurnya saya tidak suka melihat orang yang tidak mau berusaha padahal dirinya mampu, itu sebuah tanda bahwa dirinya kurang bersyukur. Kenapa ? karena Tuhan memberikan kita potensi untuk diasah dengan bijaksana bukan dengan seenaknya. Apakah mereka tidak menyadari bahwa Tuhan menciptakan tangan untuk memegang, menulis, memindahkan, mengangkat  bukan untuk dibiarkan terbuka seperti manekin di toko ternama. Apakah mereka tidak menyadari bahwa otak diciptakan untuk berfikir baik bukan berfikir licik, Apakah mereka tidak menyadari bahwa kaki diciptakan untuk berjalan, bergerak, melangkah, mempercepat pekerjaan dls. Sepetinya mereka tidak menyadari. Karena tidak jarang kita melihat orang bertopeng seperti ini berkeliaran di jalanan.Padahal banyak orang visioner yang dikurangi nikmatnya oleh Tuhan, padahal mereka ingin mewujudkan keinginannya, mengembangkan dirinya, memperbaiki masa depannya. Bukankah begitu???

Ada cerita, sewaktu saya berusia belasan Saya pernah melakukan perjalanan ke Jawa Tengah, Ketika melakukan perjalanan di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, banyak saya temukan orang sebaya berusia sekitar 30-50 tahun mengenakan capil Pak Tani, mengenakan baju berwarna aman ( abu-abu, coklat, hitam) , berpose duduk sambil mengangkat tangan ke atas dan pastinya terbuka. Jelas, tidak lain dan tidak bukan, pekerjaan mereka bukan bertani tapi meminta money. Saya tidak hanya menemukan satu dua orang saja, tapi puluhan orang. Di kanan kiri jalan, antar orang satu dengan yang lain berjarak sekitar 50-100 meter, sedangkan perbatasan itu sepi penduduk, dan hanya ditumbuhi pepohonan sepanjang 10 km kira-kira. Waww….menakjubkan bukan Indonesia…

Ada lagi di Malang. Saya mendapat cerita ini dari kakak saya  bahwa di Malang ternyata ada komunitas Pengemis, yang memiliki anggota di berbagai kalangan masyarakat.dan segala umur. Tahukah Anda pemimpinnya bermobil, dan merknyapun kalah dengan mobil ayah saya. Haha. Saya jadi menyimpulkan ; “sepertinya profesi pengemis sangat  menjanjikan dengan manajemen yang baik” Saya lupa merknya apa yang jelas sejenis avansa, produk-produk Jepang gitu deh…Membayangkan hal ini,saya yakin peristiwa ini mirip dengan adegan yang ditayangkan film Jai Ho, film India yang pernah meraih Oscar.Dimana disana memang ada perkumpulan pengemis, Sadisnya semua pengemis dibuat cacat oleh pemimpinnya agar hasilnya lebih produktif.

Lain cerita, pernah suatu hari kakak saya pergi belanja ke Hero. Lalu ketika akan menyelesaikan pembayaran ke kasir, kakak saya tercengang melihat seorang lelaki berambut gondrong memakai celana jeans membeli parfum di Hero, Tahukah anda, bahwa dia adalah lelaki yang sering berkeliaran di Universitas Brawijaya Malang, sebelum ada larangan bahwa pengemis dan pemburu dilarang masuk kawasan kampus. Dia mengemis dengan menarget sebagai jurus ampuhnya, melototkan matanya sebagai tanda keperkasaannya, dan menggaraangkan wajah sebagai jurus penakluknya, dengan sasaran cewek-cewek Brawijaya. Ketika di Hero, dia mengeluarkan uang recehan hasil kerja kerasnya…Batin kakak saya “ Wooowww…pengemis ini mboyz banget, bayangin belanja aja di Hero”. “Saya aja anak kos-kosan ke Hero kalo emang gak ada toko yang lebih murah.”

Melihat fakta yang seperti ini, saya bukannya melarang Anda untuk membantu mereka. Tapi disini mungkin sebagai wacana baru, bahwa tidak semua orang yang bertampang melas itu benar-benar melas.Yah…kita bisa lebih selektif, mana yang sekiranya benar-benar membutuhkan bantuan kita Karena menurut saya orang yang malas tapi berakting melas pasti akan menjadi-jadi kalau targetnya menunjukkan gelagat positif. Dan pada akhirnya, kita seperti mensetujui mereka untuk meneruskan prinsip malasnya dan mempertahankan wajah melasnya.

Tapi…kalau memang dia cacat atau firasat kita berkata pantas meski tidak cacat, sebagai muslim sudah selayaknya kita membantu mereka. Bukan berpaling juga.

Saya masih lebih menghargai orang yang mau berusaha, entah mengamen,menjual koran, kue dan lain sebagainya. Paling tidak mereka masih bisa menggunakan otaknya dengan baik bukan licik. Kapan hari, saya pernah makan sekeluarga diAyam Goreng Tenis dekat Mall  Olympic Garden, setiap kali kesana saya menemui seorang lelaki tua yang bersemangat menekuni profesinya, seorang pengamen jalanan berumur 60-an.Rambutnya putih, berjenggot lebat, memakai celana jeans, jaket kulit, pokoknya necis banget untuk seorang seniman jalanan  Dia bekerja menghibur di Ayam Goreng Tennes ini sudah sejak lama, dengan berbekal gitar, harmonika, dan papan syair lagu nostalgia,dan topi terbalik sebagai harga, tertata rapi di dekat pintu masuk dan keluar restoran ini. Subhannallah sekali saya menikmati karyanya dan mendengar suaranya. Beliau memainkan kedua alat musik ini berbarengan, menyanyi dengan sepenuh hati, seperti suara Anang Hermansyah yang sepenuh hati menyanyikan lagu untuk mantan istrinya “Separuh Hatiku Pergi”.

Mungkin belum nasibnya kali masuk dapur rekaman Indonesia, tapi kesungguhan dalam bernyanyi dan memainkan alat musik membuat saya merinding dan berterik “So..touch”,  di usia tersebut beliau masih bersemangat menjalani profesinya dengan baik. Kalau boleh membandingkan dengan pengamen jalanan lain, saya menilai beliau lebih profesional dengan pilihannya, lebih berdedikasi tepatnya. Mungkin sebagian orang menilai bahwa mengamen adalah sebuah profesi yang kurang bergengsi. Tapi menurut kamus saya, masih jauh lebih baik dan bergengsi orang yang menekuni profesi dengan senang, bersemangat, ikhlas dan fokus pada niat baik, daripada profesi yang bergengsi secara kasat mata tapi tidak ada esensi di dalamnya, ya..seperti para koruptor Indonesia.

Bukankah begitu ?